Skip to main content

Latihan Soal

Mode Kode Siswa: Tertutup vs Terbuka, Kapan Sebaiknya Dipakai?

Saat membuat latihan, ada satu pilihan yang menentukan cara siswa masuk: kode terdaftar satu kali, atau kode bebas yang boleh diulang. Yuk pahami bedanya.

Suasana kelas dengan siswa mengerjakan latihan

PapanAjar dirancang agar siswa bisa mengerjakan latihan tanpa akun. Mereka cukup membuka tautan, mengisi nama dan kode siswa, lalu menjawab. Kode siswa ini bukan sekadar formalitas: ia menjadi cara guru mengontrol siapa yang boleh mengerjakan dan berapa kali.

Karena itu setiap latihan punya pilihan mode kode siswa. Nilai bawaannya adalah tertutup, dan guru bisa mengubahnya menjadi terbuka kapan saja lewat halaman pengaturan latihan.

Dua mode, dua tujuan

  • Tertutup — kode terdaftar, 1 kode 1 kali. Cocok untuk ujian atau penilaian resmi.
  • Terbuka — kode bebas, boleh mengulang. Cocok untuk latihan mandiri dan pengayaan.

Perbedaannya terasa jelas di alur siswa. Di kedua mode, nama dan kode tetap wajib diisi—yang berubah hanya aturan validasi kodenya. Saat mode terbuka, kolom kode bahkan menampilkan tanda (bebas) sebagai petunjuk.

Mode tertutup: satu kode untuk satu kesempatan

Di mode tertutup, kamu mendaftarkan daftar kode lebih dulu di halaman /dashboard/latihan/[id]/kode. Kode bisa dibuat acak oleh sistem, atau ditempel massal dengan format satu baris kode,nama—praktis untuk satu kelas sekaligus.

Saat siswa mulai mengerjakan, server memeriksa kodenya ke daftar yang terdaftar. Jika kodenya tidak ada, siswa ditolak. Jika kode sudah pernah dipakai, siswa juga tidak bisa masuk lagi.

Yang penting: begitu jawaban dikumpulkan, kode tersebut ditandai terpakai dan tidak bisa dipakai untuk submission kedua. Inilah yang membuat mode ini pas untuk ujian—satu siswa, satu kode, satu hasil.

Kalau ada siswa yang gagal di tengah jalan dan perlu mengulang, guru bisa menekan Reset pada kode tersebut agar bisa dipakai lagi.

Mode terbuka: bebas mencoba sampai paham

Di mode terbuka, kamu tidak perlu mendaftarkan kode apa pun. Siswa cukup mengetik kode bebas sebagai identitas, dan mereka boleh mengerjakan berulang kali. Setiap percobaan disimpan sebagai baris baru dengan penanda percobaan ke-berapa, sehingga kamu bisa melihat perkembangan mereka.

Mode ini ideal untuk latihan formatif: siswa dibebaskan mencoba, gagal, lalu memperbaiki diri tanpa perlu kamu repot mengatur kode.

Perbandingan singkat

AspekTertutupTerbuka
Daftar kodeWajib didaftarkan guruTidak perlu
Boleh mengulangTidakYa, bertambah tiap percobaan
Cocok untukUjian, penilaianLatihan mandiri
Nama & kodeWajibWajib

Hal lain yang perlu kamu tahu

  • Timer divalidasi server. Saat siswa mulai, server membuat token pengerjaan. Jika jawaban dikumpulkan melewati durasi (dengan toleransi singkat), sistem menolaknya.
  • Satu kali submit per token. Setelah dikumpulkan, token yang sama tidak bisa dipakai submit ulang.
  • Nilai bisa disembunyikan. Jika kamu ingin mencegah siswa membandingkan nilai, matikan opsi tampilkan skor. Nilai tetap dihitung dan tersimpan untukmu.
  • Semua soal dinilai otomatis. Pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, dan isian singkat langsung mendapat skor tanpa koreksi manual.
  • Ada pembatasan antisalah. Permintaan mulai dan kumpul dibatasi per alamat IP agar tidak disalahgunakan.

Melihat hasil siswa

Semua jawaban masuk ke halaman /dashboard/latihan/[id]/hasil. Di sana kamu melihat ringkasan rata-rata dan nilai tertinggi, serta tabel berisi nama, kode, percobaan, skor, nilai akhir, dan waktu pengumpulan. Di mode terbuka, kolom percobaan membantumu memilih nilai terbaik atau nilai terakhir.

Butuh diolah lebih lanjut di Excel? Gunakan tombol ekspor CSV agar seluruh daftar hasil langsung terunduh dan siap dihitung.

Kesimpulan: gunakan kode tertutup saat hasil harus rapi satu siswa satu data—misalnya ujian. Gunakan kode terbuka saat tujuanmu mendorong siswa berlatih sebanyak mungkin. Kamu bisa mengganti mode ini kapan pun pada pengaturan latihan.